Langsung ke konten utama

Sistem Pakan di Wahyu Utama Tuban Jawa timur

TUGAS KELOMPOK
1. Alfin Muallifa
2. Nasrullah


A. Sistem pakan di wahyu utama
Dalam sistem pakan menggunakan SILASE KOMPLIT” sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pakan Ternak
Hal ini dikarenakan sebagian besar pakan sapi mengandung serat yang tinggi, sehingga perlu teknologi pengolahan agar nilai kecernaannya maningkat. Salah satu pengolahan yang bisa dilakukan adalah dalam bentuk silase. Silase merupakan hijauan yang diawetkan dengan cara fermentasi dalam kondisi kadar air yang tinggi (40-80 persen). Komposisi silale komplit terdiri dari kangkug rendeng, Daduk kedelai, kopra ( berasal dari surabaya ), selamper, kulit jagung, bekatul, kulit kopi sawit, polar, kulit telo ( berasal dari pare ) 
     
B. Kebutuhan pakan/hari 
    Betina = 15 kg
    Jantan = 15 kg
    Anakan = 10 kg 

C. Pembelian pakan ternak
Wahyu utama memiliki lahan pakan, tetapi tidak mengutamakan makanan hijauan melainkan wahyu utama  memasok pakan ternak dari beberapa suplayers
    Pembelian pakan ternak dari berbagai suplayer, Surabaya,Lamongan, Tuban Blora dan (Pare) kediri.

D. Kendala yang dihadapi
1. Bahan pakan pada umumnya berasal dari limbah pertanian yang rendah kadar protein kasarnya dan tinggi serat kasarnya. Tingginya kadar serat ini yang umumnya didominasi komponen lignoselulosa (karbohidrat komplek) yang sulit dicerna.
2. Ketersedian pakan yang tidak kontinyu. Ini dikarenakan langkanya bahan pakan terutama di musim kemarau. Untuk mengatasi masalah tersebut berbagai terobosan telah dilakukan. Untuk meningkatkan nilai gizi dari pakan ternak yang umum dilakukan adalah dengan memebuat menjadi hijauan kering (hay), penambahan urea (amoniasi) dan awetan hijauan (silase )
3.Pembelian pakan ternak, dalam membeli di satu suplayer  terkadang di campuri blekatokan dan itu membuat rugi pembeli
Penyediaan Pakan saat Musim Kemarau

Pembuatan silase komplit dapat dijadikan salah satu cara untuk mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau sekaligus memperbaiki kualitas gizi pakan ternak. Pada kondisi hijauan melimpah di musim penghujan, bahan pakan hijauan baik berupa HMT maupun sisa tanaman pangan diperam dengan penambahan bahan konsentrat akan dapat tahan sampai 4-8 bulan. Persediaan pakan ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak saat musim kemarau. Dengan demikian menerapkan teknologi ini dapat memberikan solusi pemenuhan pakan di musim kemarau sekaligus dapat mempertahankan kualitas asupan gizi untuk ternak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendugaan Umur Hewan Ternak Ruminansia

Umur ternak dalam pemeliharaan mempunyai peran yang penting, karena melalui umur.  peternak dapat mengetahui kapan ternak dapat dikawinkan maupun digemukkan. Cara yang paling tepat untuk mengetahui umur ternak ruminansiaadalah dengan cara sebagai berikut : 1. Recording ( Pencatatan ) pada hewan ternak         Recording ternak merupakan proses peewancatatan semua kegiatan dan kejadian yang dilakukan pada suatu usaha peternakan. Recording perlu dilakukan karena sangat mendukung upaya perbaikan dalam meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha peternakan, Variabel yang biasa dicatat dalam recording ternak adalah Indentitas Sapi,Kambing dan Domba ( umur, keturunan, dan kesehatan hewan ternak ). Hal utama yang paling membantu dalam penentuan umur yaitu dengan ketersediaan recording dari ternak itu sendiri. Misalnya tanggal lahir, dikawinkan, beranak pertama kali dan seterusnya. 2. Mengamati Gigi hewan ternak       Pada Umumnya cara ini s...

Kolokium Seminar proposal/Tugas akhir

Manajemen Pakan Sapi Potong Ongole (PO) di PT. Fortuna Megah Perkasa Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia, akan tetapi produksi daging yang belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, hal ini disebabkan populasi dan tingkat produktivias ternah masih rendah. Oleh karena itu upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong senantiasa di lakukan. Salah sarinya adalah penggalakan usaha penggemukan sapi dengan manajemen pakan yang baik. Di PT. Fortuna Megah Perkasa merupakan salah satu pengusahaan konstribusi 0.029% dari total produksi nasional pada tahin 2015. METODE 1. Studi literatur 2. Observasi 3. Koleksi data 4. Wawancara 5. Dokumentasi Variabel yang akan di amati dalam manajemen pakan : 1. Ketersediaan bahan baku 2. Kapasitas produksi pakan 3. Formulasi ransum 4. Teknologi pembuatan pakan 5. Produksi pakan 6. Produksi daging

MANAJEMEN PERKANDANGAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Nama Kelompok Rohman Sholikin Alfin Muallifa Nur Siti Sholikhah Sandela Apriliya Kartika Dalam trilogi perternakan di bagi menjadi 3 hal yang mendasar Breeding ( Pembibitan ), hal tersebut berdasarkan dari ilmu genetika F = G + E Freeding ( pakan ) Manajemen PEMELIHARAAN Exsentif : hewan ternak yang di lepaskan dan tidak memiliki kandang. Semi Intensif : hewan ternak yang mempunyai kandang tetapi dilepaskan di siang hari, malamnya di masukan kembali di dalam kandang Insentif : hewan ternak yang mempunyai kandang dan selalu didalam kandang, macam - macam kandang meliputi : individu ( head to head dan tail to tail ), koloni, dan komunal. TUJUAN KANDANG Membuat hewan ternak merasa nyaman Memudahkan tatalaksana pemeliharaan Lebih efesien Menghemat tempat untuk ternak Melindungi ternak dari faktor lingkungan yang merugikan ( predator, temperatur dan kelembapan ) Menghemat tempat untuk ternak MANAJEMEN KESEHEHATAN TERNAK Manajemen Kesehatan Ternak merupakan...