Langsung ke konten utama

Pendugaan Umur Hewan Ternak Ruminansia

Umur ternak dalam pemeliharaan mempunyai peran yang penting, karena melalui umur.  peternak dapat mengetahui kapan ternak dapat dikawinkan maupun digemukkan. Cara yang paling tepat untuk mengetahui umur ternak ruminansiaadalah dengan cara sebagai berikut :


1. Recording ( Pencatatan ) pada hewan ternak
        Recording ternak merupakan proses peewancatatan semua kegiatan dan kejadian yang dilakukan pada suatu usaha peternakan. Recording perlu dilakukan karena sangat mendukung upaya perbaikan dalam meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha peternakan, Variabel yang biasa dicatat dalam recording ternak adalah Indentitas Sapi,Kambing dan Domba ( umur, keturunan, dan kesehatan hewan ternak ). Hal utama yang paling membantu dalam penentuan umur yaitu dengan ketersediaan recording dari ternak itu sendiri. Misalnya tanggal lahir, dikawinkan, beranak pertama kali dan seterusnya.
2. Mengamati Gigi hewan ternak
     Pada Umumnya cara ini sangat dikenal masyarakat peternak di Indonesia. Istilah yang biasa dikenal adalah "Poel". Poel menunjukan adanya pergantian gigi ternak, sehingga seberapa banyak tingkat pergantian gigi bsa menjadi dasar menduga umur ternak. Semakin banyak gigi yang "poel" maka umur ternak juga semakin tua. Berikut adalah Fase pertumbuhan gigi hewan ternak ruminansis beasr dan kecil :        
    a. Kondisi gigi seri pada Kambing atau Domba
         
No.
Umur Kambing/ Domba
Kondisi Gigi Seri
1.
 < 1 Tahun
 Gigi Seri Susu sudah tumbuh semua
2.
 1 – 2 Tahun
 2 Gigi seri susu sudah berganti tetap
3.
 2 – 3 tahun
 4 Gigi seri susu sudah berganti tetap
4.
 3 – 4 Tahun
 6 Gigi seri susu sudah berganti tetap
5.
 4 – 5 Tahun
 8 Gigi seri susu sudah berganti tetap
6.
 > 5 Tahun
 Gigi seri tetap sudah mengalami keausan 
  atau mulai tanggal



    b. Kondisi gigi seri pada Sapi
             
No.
Umur Sapi
 Kondisi Gigi Seri
1.
Dibawah 2 tahun
Gigi susu penuh, belum ditemukan gigi permanen
2.
2 – 3 Tahun
2 gigi seri permanen
3.
3 Tahun
4 gigi seri permanen
4.
3 – 4 Tahun
6 gigi seri permanen
5.
4 Tahun
8 gigi seri permanen
6.
< 5 Tahun
Gigi seri permanen tampak aus

Dokumentasi. 6 gigi seri permanen
3. Mengamati Tanduk
       Cincin tanduk pada hewan ternak dapat digunakan untuk menafsirkan umur sapi. Sapi bunting atau beranak setelah umur 2 tahun. Tiap cincin tanduk berhubungan erat dengan kelahiran, periode laktasi dan jalannya pemeliharaan. 
        Penentuan umur ternak dengan melihat lingkar cincin tanduk adalah dengan cara menjumlahkan angka dua pada setiap lingkar cincin tanduk. Misalnya terdapat satu lingkar cincin tanduk berarti sapi tersebut bermur tiga tahun. 
         Pendugaan umur sapi berdasarkan cincin tanduk adalah yang paling kurang akurat. Oleh karena itu pendugaan dengan cara ini jarang dipergunakan. Prinsip pendugaan umur berdasarkan cincin tanduk didasarkan pada pengaruh pakan. Alasannya, di Indonesia terjadi musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan kambing lebih menuju kebesar kecilnya badan kambing, dan ada tidaknya tanduk, tidak dapat dipakai sebagai patokan umur hal itu karena ukuran badan lebih di pengaruhi oleh jenis dan cara pemeliharaannya.

HANDLING AND RESTRAINT

     Penanganan adalah suatu proses yang pada kegiatan manusia melakukan pekerjaan terhadap ternak yang membutuhkan beberapa pengekangan atau penyesuaian diri ternak tersebut. Dalam penangan ada yang disebut handling dan restraint. Handling biasa diartikan dengan "memegang", Sedangkan restraint diartikan "membatasi"
  Handling dan restraint biasanya diperlukan untuk : Memeriksa kesehatan, Pencegahan/Pengobatan penyakit, Transportasi, Inseminasi Buatan, dan Potong kuku pada hewan. Berikut adalah cara penanganan/merebahkan domba :
Posisi di samping kanan domba, lalu pegang kaki kiri domba
Di samping kiri domba sebaiknya ada seorang lagi yang
membantu memengang badan domba.


Angkat kaki domba lakukan dengan cara pelan - pelan
lalu domba di letakkan di atas tanah
Untuk penangan lebih lanjut, masing - masing kaki depan dan
belakang di pegang, lalu kepala di tekan agar tidak dapat bangkit lagi.






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kolokium Seminar proposal/Tugas akhir

Manajemen Pakan Sapi Potong Ongole (PO) di PT. Fortuna Megah Perkasa Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia, akan tetapi produksi daging yang belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, hal ini disebabkan populasi dan tingkat produktivias ternah masih rendah. Oleh karena itu upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong senantiasa di lakukan. Salah sarinya adalah penggalakan usaha penggemukan sapi dengan manajemen pakan yang baik. Di PT. Fortuna Megah Perkasa merupakan salah satu pengusahaan konstribusi 0.029% dari total produksi nasional pada tahin 2015. METODE 1. Studi literatur 2. Observasi 3. Koleksi data 4. Wawancara 5. Dokumentasi Variabel yang akan di amati dalam manajemen pakan : 1. Ketersediaan bahan baku 2. Kapasitas produksi pakan 3. Formulasi ransum 4. Teknologi pembuatan pakan 5. Produksi pakan 6. Produksi daging

MANAJEMEN PERKANDANGAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Nama Kelompok Rohman Sholikin Alfin Muallifa Nur Siti Sholikhah Sandela Apriliya Kartika Dalam trilogi perternakan di bagi menjadi 3 hal yang mendasar Breeding ( Pembibitan ), hal tersebut berdasarkan dari ilmu genetika F = G + E Freeding ( pakan ) Manajemen PEMELIHARAAN Exsentif : hewan ternak yang di lepaskan dan tidak memiliki kandang. Semi Intensif : hewan ternak yang mempunyai kandang tetapi dilepaskan di siang hari, malamnya di masukan kembali di dalam kandang Insentif : hewan ternak yang mempunyai kandang dan selalu didalam kandang, macam - macam kandang meliputi : individu ( head to head dan tail to tail ), koloni, dan komunal. TUJUAN KANDANG Membuat hewan ternak merasa nyaman Memudahkan tatalaksana pemeliharaan Lebih efesien Menghemat tempat untuk ternak Melindungi ternak dari faktor lingkungan yang merugikan ( predator, temperatur dan kelembapan ) Menghemat tempat untuk ternak MANAJEMEN KESEHEHATAN TERNAK Manajemen Kesehatan Ternak merupakan...