Langsung ke konten utama

Pengenalan Bahan PakanTernak

Pengenalan bahan pakan asal hijauan
Bahan pakan peternakan bisa berupa hijauan, leguminosa, limbah pertanian limbah industri perkebunan,  asal butiran dan asal umbi-umbi-an.

Hijauan yang berarti sumber serat yang di dalamnya berupa Rumput gajah, rumput raja, rumput karpet dll
Sedangkan leguminosa tanaman hijai kaya akan protein seperti pohon, semak ( kacang sentro), dan perdu. Contoh = Indogevera, lamtoro dan lain lain.

Limbah pertanian
Contoh = Jerami padi, jerami jagung, jerami kacang,  jerami kedelai, pucuk tebu dan kulit singkong.  Sedangkan limbah industri perkebunan
Contoh = limbah industri coklat,  limbah industri kelapa sawit, limbah industri gula, limbah pengelolaan nanas, limbah pengelolaan kopi, dan bungkil kelapa.

Pengenalan bahan pakan asal butiran
Meliputi = Padi,  jagung, pollard ( limbah dari penggilingan gandum menjadi terigu), sorgum,  biji kedelai,  bungkil kedelai,  ampas tahu,  ampas kecap,  kacang tanah ( Biji kacang tanah,  bungkil kacang tanah,  kulit kacang tanah,  dan jerami kacang tanah).

Pengenalan bahan pakan asal umbi-umbian
Meliputi = Ubi kayu ( singkong) biasanya daun dan kulit singkong di gunakan bahan pakan ternak,  ongok ( dari limbah tapioka) ubi jalar ( banyak variestasnya dan sumber energi).


Komentar

  1. Judul besarnya bukan hanya bahan pakan asal hijauan. Lebih spesifik adalah bahan pakan ternak ruminansia.Akan lebih bagus jika dilampirkan sampel fotonya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendugaan Umur Hewan Ternak Ruminansia

Umur ternak dalam pemeliharaan mempunyai peran yang penting, karena melalui umur.  peternak dapat mengetahui kapan ternak dapat dikawinkan maupun digemukkan. Cara yang paling tepat untuk mengetahui umur ternak ruminansiaadalah dengan cara sebagai berikut : 1. Recording ( Pencatatan ) pada hewan ternak         Recording ternak merupakan proses peewancatatan semua kegiatan dan kejadian yang dilakukan pada suatu usaha peternakan. Recording perlu dilakukan karena sangat mendukung upaya perbaikan dalam meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha peternakan, Variabel yang biasa dicatat dalam recording ternak adalah Indentitas Sapi,Kambing dan Domba ( umur, keturunan, dan kesehatan hewan ternak ). Hal utama yang paling membantu dalam penentuan umur yaitu dengan ketersediaan recording dari ternak itu sendiri. Misalnya tanggal lahir, dikawinkan, beranak pertama kali dan seterusnya. 2. Mengamati Gigi hewan ternak       Pada Umumnya cara ini s...

Kolokium Seminar proposal/Tugas akhir

Manajemen Pakan Sapi Potong Ongole (PO) di PT. Fortuna Megah Perkasa Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia, akan tetapi produksi daging yang belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, hal ini disebabkan populasi dan tingkat produktivias ternah masih rendah. Oleh karena itu upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong senantiasa di lakukan. Salah sarinya adalah penggalakan usaha penggemukan sapi dengan manajemen pakan yang baik. Di PT. Fortuna Megah Perkasa merupakan salah satu pengusahaan konstribusi 0.029% dari total produksi nasional pada tahin 2015. METODE 1. Studi literatur 2. Observasi 3. Koleksi data 4. Wawancara 5. Dokumentasi Variabel yang akan di amati dalam manajemen pakan : 1. Ketersediaan bahan baku 2. Kapasitas produksi pakan 3. Formulasi ransum 4. Teknologi pembuatan pakan 5. Produksi pakan 6. Produksi daging

MANAJEMEN PERKANDANGAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Nama Kelompok Rohman Sholikin Alfin Muallifa Nur Siti Sholikhah Sandela Apriliya Kartika Dalam trilogi perternakan di bagi menjadi 3 hal yang mendasar Breeding ( Pembibitan ), hal tersebut berdasarkan dari ilmu genetika F = G + E Freeding ( pakan ) Manajemen PEMELIHARAAN Exsentif : hewan ternak yang di lepaskan dan tidak memiliki kandang. Semi Intensif : hewan ternak yang mempunyai kandang tetapi dilepaskan di siang hari, malamnya di masukan kembali di dalam kandang Insentif : hewan ternak yang mempunyai kandang dan selalu didalam kandang, macam - macam kandang meliputi : individu ( head to head dan tail to tail ), koloni, dan komunal. TUJUAN KANDANG Membuat hewan ternak merasa nyaman Memudahkan tatalaksana pemeliharaan Lebih efesien Menghemat tempat untuk ternak Melindungi ternak dari faktor lingkungan yang merugikan ( predator, temperatur dan kelembapan ) Menghemat tempat untuk ternak MANAJEMEN KESEHEHATAN TERNAK Manajemen Kesehatan Ternak merupakan...