Langsung ke konten utama

Sistem Perkandangan dan Sistem Pemeliharaan Ayam Pedaging


Kandang berfungsi untuk perlindungan
hewan ternak dari lingkungan yang buruk ( hujan, dingin, radiasi matahari, panas, angin), predator, serta mendukung pertumbuhan  dan produksi optimal, Memudahkan pemeliharaan dan pemanenan.

A. Persiapan Kandang
1.  Kandang dikosongkan.
2.  Litter bekas disemprot dengan desinfestan/insektisida.
3.  Dinding dan lantai kandang dicuci dengan deterjen.
4. Hari berikutnya, bagian dalam kandang dibilas dengan desinfektan.
5.  Dua hari berikutnya litter dimasukkan ke dalam kandang, disemprot dengan larutan 10% formalin.
6.  Kandang dikosongkan 1-2 minggu, sebelum diisi ayam pedaging.

B. Hal - hal yang perlu diperhatikan di sistem perkandangan :
1. Aspek Teknis ( Aturan dan Tata letak)
- Jauh dari permukiman penduduk agar tidak menimbulkan bau/pencemaran udara di lingkungan masyarakat
- Dekat dengan sumber air
- Dekat dengan pemanas
- Dekat dengan sumber pemasaran
2. Aspek Fisiologis
- Bebas dari predator
- Ruang gerak yang cukup
- Suhu ruangan yang optimal
- Tidak mencampur hewan ternak dengan unggas lainya dalam satu kandang
3. Aspek Ekonomis
- Tenaga Kerja yang efesien
- Luasan kandang yang optimal

C. Tipe Kandang
1. Open House (Kandang terbuka)
a. Keunggulan :
     - Biaya investasi tidak terlalu besar.
     - Jika terjadi masalah (listrik mati) tidak terlalu berpengaruh.
     - Penanganan mudah.

b. Kelemahan :
     - Kepadatan rendah (15kg/m2)
     - Lingkungan tidak terkontrol (suhu,
        kelembaban,ventilasi, sosial).
     - Biosekuriti rendah 
     - Pencemaran lingkungan tinggi

2. Closed House (Kandang tertutup)
a. Keuunggulan :
    - Pengaruh lingkungan dapat diminimalkan.
    - Biosekuriti maksimal
    - Pencemaran kandang (bau dan kotoran) terhadap lingkungan kecil.
    - Suhu, RH dan ventilasi dalam kandang dapat dikontrol.
    - Kepadatan tinggi (25-30 kg/m2), efisiensi lahan untuk kandang.
    - Efisiensi tenaga kerja (padat teknologi)

b. Kelemahan
     - Investasi modal tinggi.
     - Manajerial dan keahlian tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendugaan Umur Hewan Ternak Ruminansia

Umur ternak dalam pemeliharaan mempunyai peran yang penting, karena melalui umur.  peternak dapat mengetahui kapan ternak dapat dikawinkan maupun digemukkan. Cara yang paling tepat untuk mengetahui umur ternak ruminansiaadalah dengan cara sebagai berikut : 1. Recording ( Pencatatan ) pada hewan ternak         Recording ternak merupakan proses peewancatatan semua kegiatan dan kejadian yang dilakukan pada suatu usaha peternakan. Recording perlu dilakukan karena sangat mendukung upaya perbaikan dalam meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha peternakan, Variabel yang biasa dicatat dalam recording ternak adalah Indentitas Sapi,Kambing dan Domba ( umur, keturunan, dan kesehatan hewan ternak ). Hal utama yang paling membantu dalam penentuan umur yaitu dengan ketersediaan recording dari ternak itu sendiri. Misalnya tanggal lahir, dikawinkan, beranak pertama kali dan seterusnya. 2. Mengamati Gigi hewan ternak       Pada Umumnya cara ini s...

Kolokium Seminar proposal/Tugas akhir

Manajemen Pakan Sapi Potong Ongole (PO) di PT. Fortuna Megah Perkasa Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia, akan tetapi produksi daging yang belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, hal ini disebabkan populasi dan tingkat produktivias ternah masih rendah. Oleh karena itu upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong senantiasa di lakukan. Salah sarinya adalah penggalakan usaha penggemukan sapi dengan manajemen pakan yang baik. Di PT. Fortuna Megah Perkasa merupakan salah satu pengusahaan konstribusi 0.029% dari total produksi nasional pada tahin 2015. METODE 1. Studi literatur 2. Observasi 3. Koleksi data 4. Wawancara 5. Dokumentasi Variabel yang akan di amati dalam manajemen pakan : 1. Ketersediaan bahan baku 2. Kapasitas produksi pakan 3. Formulasi ransum 4. Teknologi pembuatan pakan 5. Produksi pakan 6. Produksi daging

MANAJEMEN PERKANDANGAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Nama Kelompok Rohman Sholikin Alfin Muallifa Nur Siti Sholikhah Sandela Apriliya Kartika Dalam trilogi perternakan di bagi menjadi 3 hal yang mendasar Breeding ( Pembibitan ), hal tersebut berdasarkan dari ilmu genetika F = G + E Freeding ( pakan ) Manajemen PEMELIHARAAN Exsentif : hewan ternak yang di lepaskan dan tidak memiliki kandang. Semi Intensif : hewan ternak yang mempunyai kandang tetapi dilepaskan di siang hari, malamnya di masukan kembali di dalam kandang Insentif : hewan ternak yang mempunyai kandang dan selalu didalam kandang, macam - macam kandang meliputi : individu ( head to head dan tail to tail ), koloni, dan komunal. TUJUAN KANDANG Membuat hewan ternak merasa nyaman Memudahkan tatalaksana pemeliharaan Lebih efesien Menghemat tempat untuk ternak Melindungi ternak dari faktor lingkungan yang merugikan ( predator, temperatur dan kelembapan ) Menghemat tempat untuk ternak MANAJEMEN KESEHEHATAN TERNAK Manajemen Kesehatan Ternak merupakan...