Langsung ke konten utama

Budidaya Itik Pedaging

Itik sebagai sumber daging sebagai berikut = Itik Pedaging, Itik Jantan, dan Itik betina afkir
Jenis - jenis itik pedaging = Peking, Manila, Tiktok/Serati ( Persilangan Itik dan entok)
Jenis - jenis itik petelur = Cirebon, Mojosari, Alabio, Tegal, Bali, dan Magelang.

A. Sistem Pemelirahan Itik
     Pada sistem ini bisa di bagi menjadi 4 macam sistem pemeliharaan sebagai berikut :
1. Sistem Tradisional (Sistem Gembala/Angon)
Sistem pemeliharaan tradisional ini biasanya di terapkan di Jawa , Bali, Sulsel, Sumatera.
a. Keuntungan:
    - Kandang murah
    - Biaya pakan relatif rendah
    - Kebutuhan tenaga kerja sedikit
b. Kekurangan:
    - Kelalaian mutu pakan, kualitas daging (lebih amis dan alot).
    - Ketersediaan pakan tergantung musim
    - Peternak harus selalu mengawasi ternaknya
    - Harus selalu berpindah tempat

2. Sistem Semi-Intensif
    Sistem ini ada dua cara yaitu Itik dikandangkan, dan kadang-kadang dilepas ke sawah/ sungai. Biasanya kandang itik pedaging dibangun di pinggir sawah/sungai

3. Sistem Intensif
    Lebih diarahkan untuk mencapai produktivitas yang optimal. Sistem pemeliharaan ini lebih fokus di kandangkan hingga akhir pemeliharaan.

4. Sistem Lanting
    Sistem lanting yaitu sistem pemeliharaannya di kolong-kolong rumah yang biasanya berada di Kabupatrn Alabio, Kalimantan Selatan dengan produksi telur cukup tinggi.

B. Pemberian Pakan
     1. Kualitas Pakan
Pakan tidak boleh terkontaminasi jamur karena Itik sangat sensitif terhadap aflatoksin (30 ppb), Aflatoksin merusak organ itik yaitu hati, ginjal, otot dan PLUMAGE yang bisa menganggu pertumbuhan dan produksi. Dan Kadar air ransum tidak boleh > 10-12%

C. Penyakit Umum pada Itik
     Itik lebih resisten terhadap penyakit dan parasit vs ayam dan kalkun.
- Coccidiosis
- Fowl cholera
- Salmonellosis
- Coryza

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kolokium Seminar proposal/Tugas akhir

Manajemen Pakan Sapi Potong Ongole (PO) di PT. Fortuna Megah Perkasa Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia, akan tetapi produksi daging yang belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, hal ini disebabkan populasi dan tingkat produktivias ternah masih rendah. Oleh karena itu upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong senantiasa di lakukan. Salah sarinya adalah penggalakan usaha penggemukan sapi dengan manajemen pakan yang baik. Di PT. Fortuna Megah Perkasa merupakan salah satu pengusahaan konstribusi 0.029% dari total produksi nasional pada tahin 2015. METODE 1. Studi literatur 2. Observasi 3. Koleksi data 4. Wawancara 5. Dokumentasi Variabel yang akan di amati dalam manajemen pakan : 1. Ketersediaan bahan baku 2. Kapasitas produksi pakan 3. Formulasi ransum 4. Teknologi pembuatan pakan 5. Produksi pakan 6. Produksi daging

Peternakan Ayam Petelur di desa Tanggir

Bisnis peternakan ayam petelur yang di lakukan oleh  sati warga yang berada di desa tanggir,  kecamatan singgahan,  kabupaten tuban, memiliki omzet yang menjanjikan Kandang ayam petelur di desa tanggir Kandang ayam petelur milik bapak kamit mampu menampung hingga 2.000 ekor ayam petelur. Dari jumlah sekian banyaknya setiap harinya ayam petelur menghasilkan telur hingga 100 kg untuk dipasarkan Bapak kamit mengaku bahwa harga telur normal 18.000 - 18.500 keuntungan bisa mencapai Rp 50 juta lebih per bulan. Namun apabila harga telur menurun keuntungannya juga menurun. Hal hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam petelur milik bapak kamit sebagai berikut : 1. Persiapan lokasi      Lokasi  usaha peternakan ayam petelur di desa tanggir sangat strategis karena letak kandang jauh dari permukiman warga yang berada di tengah sawah maka bau kotoran ayam tidak terlalu timbul, lokasi kandang juga jauh dari keramaian warga akan mengurangi resiko ...