Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Budidaya Itik Pedaging

Itik sebagai sumber daging sebagai berikut = Itik Pedaging, Itik Jantan, dan Itik betina afkir Jenis - jenis itik pedaging = Peking, Manila, Tiktok/Serati ( Persilangan Itik dan entok) Jenis - jenis itik petelur = Cirebon, Mojosari, Alabio, Tegal, Bali, dan Magelang. A. Sistem Pemelirahan Itik      Pada sistem ini bisa di bagi menjadi 4 macam sistem pemeliharaan sebagai berikut : 1. Sistem Tradisional (Sistem Gembala/Angon) Sistem pemeliharaan tradisional ini biasanya di terapkan di Jawa , Bali, Sulsel, Sumatera. a. Keuntungan:     - Kandang murah     - Biaya pakan relatif rendah     - Kebutuhan tenaga kerja sedikit b. Kekurangan:     - Kelalaian mutu pakan, kualitas daging (lebih amis dan alot).     - Ketersediaan pakan tergantung musim     - Peternak harus selalu mengawasi ternaknya     - Harus selalu berpindah tempat 2. Sistem Semi-Intensif     Sistem ini ada dua cara yai...

Peternakan Itik Pedaging di Sumberejo, Bojonegoro

Itik sejak lama dikenal sebagai unggas unggulan yang menguntungkan. Harga telur dan dagingnya lebih mahal daripada ayam. Oleh karenanya unggas ini menjadi salah satu ternak favorit. Tak salah jika di Desa Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Itik diternakkan oleh Mas Aldika sejak tahun 2016 hingga sekarang dengan kapasitas 600 Itik serta sistem perternakannya dari hulu sampai hilir. Serta memilih beternak secara intensif, karena dapat mengontrol Itik  lebih mudah. 1. Pemeliharaan bibit bebek pedaging (DOD)  Salahsatu unsur agar cara ternak Itik berhasil adalah ketika memilih bibit saat awal pemelihara. Ada beberapa kriteria bibit peking agar menghasilkan pertumbuhan yang cepat berikut ini. - Bobot minimal 40 gram. - Bulu bersih dan kering. - Nafsu makan tinggi - Tubuh tegap, mata jernih, kaki kokoh - Tidak cacat, - Bebas dari penyakit unggas - Aktif dan lincah 2. Pemilihan kandang  Kandang yang bisa menamnpung populasi bebek dalam jumlah tertentu. Kan...

Budidaya Ayam Petelur

A. Pemberian Pakan Ayam Petelur      Memrikan pakan harian 30% pada pemberian pakan pagi hari, 70% pada pemberian pakan sore hari, dan tidak  menambah pakan pada tengah hari. Pada pemberian pakan sore hari untuk meningkatkan kualitas kerabang telur. Gunakan Vitamin D3  dalam air minum. B. Cara Meningkatkan Efesiensi Pakan      1. Afkir ayam yang tidak produktif atau yang memiliki problem seperti : banci, lumpuh, dan buta.      2. Mengontrol  eksternal dan internal parasit.      3. Menggunakan antibiotik  atau vitamin  bila terdapat stress challenge.      4. Jaga ventilasi dan sanitasi yang baik.    C. Cara Mentimulasi Feed Intake dibawah kondisi cekaman panas  1. Pemberian pakan sesering mungkin dalam  setiap hari. 2. Pemberian pakan saat dingin/sejuk. 3. Menyediakan air minum yang dingin. 4. Menggunakan pakan segar/baru. 5. Menggunakan pa...

Peternakan Ayam Petelur di desa Tanggir

Bisnis peternakan ayam petelur yang di lakukan oleh  sati warga yang berada di desa tanggir,  kecamatan singgahan,  kabupaten tuban, memiliki omzet yang menjanjikan Kandang ayam petelur di desa tanggir Kandang ayam petelur milik bapak kamit mampu menampung hingga 2.000 ekor ayam petelur. Dari jumlah sekian banyaknya setiap harinya ayam petelur menghasilkan telur hingga 100 kg untuk dipasarkan Bapak kamit mengaku bahwa harga telur normal 18.000 - 18.500 keuntungan bisa mencapai Rp 50 juta lebih per bulan. Namun apabila harga telur menurun keuntungannya juga menurun. Hal hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam petelur milik bapak kamit sebagai berikut : 1. Persiapan lokasi      Lokasi  usaha peternakan ayam petelur di desa tanggir sangat strategis karena letak kandang jauh dari permukiman warga yang berada di tengah sawah maka bau kotoran ayam tidak terlalu timbul, lokasi kandang juga jauh dari keramaian warga akan mengurangi resiko ...

Sistem Perkandangan dan Sistem Pemeliharaan Ayam Pedaging

Kandang berfungsi untuk perlindungan hewan ternak dari lingkungan yang buruk ( hujan, dingin, radiasi matahari, panas, angin), predator, serta mendukung pertumbuhan  dan produksi optimal, Memudahkan pemeliharaan dan pemanenan. A. Persiapan Kandang 1.  Kandang dikosongkan. 2.  Litter bekas disemprot dengan desinfestan/insektisida. 3.  Dinding dan lantai kandang dicuci dengan deterjen. 4. Hari berikutnya, bagian dalam kandang dibilas dengan desinfektan. 5.  Dua hari berikutnya litter dimasukkan ke dalam kandang, disemprot dengan larutan 10% formalin. 6.  Kandang dikosongkan 1-2 minggu, sebelum diisi ayam pedaging. B. Hal - hal yang perlu diperhatikan di sistem perkandangan : 1. Aspek Teknis ( Aturan dan Tata letak) - Jauh dari permukiman penduduk agar tidak menimbulkan bau/pencemaran udara di lingkungan masyarakat - Dekat dengan sumber air - Dekat dengan pemanas - Dekat dengan sumber pemasaran 2. Aspek Fisiologis - Bebas dari predator - Ru...

Hewan ternak non-ruminansia AYAM PEDAGING

Ayam buras merupakan ayam lokal, seperti ayam kampung, jowo super (joper), unggul balitnak (KUB), dan cemani. Ayam kampung yaitu ayam lokal yang belum mempunyai ciri produksi ( kualitatif - kuantitatif) yang khas. Ayam ras (boiler) adalah jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Perkembangan ayam ras (boiler) sebagai industri di indonesia industri ayam memiliki sumbangan yang signifikan terhadap sektor peternakan di indonesia. Dalam budidaya ayam ras (boiler) bisa menggunakan dua cara yaitu mandiri dan kemitraan, didalam kemitraan harus ada hitam di atas putih (kontrak) antara dua pihak, bisa juga dengan menggunakan perjanjian bagi hasil dari budidaya ayam ras tersebut, serta dapat juga dengan cara maklun. Tujuan Pola Kemitraan Agribisnis - Mengatasi masalah keterbatasan modal - Transfer teknologi bagi petani kecil - Peningkatan mutu produk - Pemasaran Peluang Industri Per...

Analisi usaha peternakan

Analisis usaha adalah proses perhitungan te tang besarnya seluruh biaya ( penggeluaran) yang dibutuhkan dalam suatu proses produksi dan penerimaan yang akan diperoleh dari produksi yang dapat dihasilkan dari usaha tersebut A. Tujuan analisis usaha 1. Mengetahui jumlah modal  yang dibutuhkan 2. Mengetahui besar keuntungan / kerugian 3. Melakukan Efisiensi, untuk meraih keuntungan optimal 4. Memperhitungkan resiko usaha B. Langkah analisis usaha - Tetapkan Rencana Produksi Ternak : - Menghitung Biaya (Cost) usaha - Menghitung Penerimaan (Revenue) usaha - Menghitung Pendapatan (Income) usaha - Menghitung Kelayakan Usaha C. Rencana produksi - Tujuan produksi ( Pembibitan / Penggemukan ) - Teknologi ( Ekstensif / Intensif ) - Volume / skala produksi ( ekor per periode)

Studi kasus pengelolaan limbah peternakan

INFONAWACITA.COM – Desa Tolongio berada di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Desa ini dihuni oleh 1.747 jiwa. Di sini, sektor peternakan khususnya sapi, menjadi potensi desa yang cukup besar. Tercatat juga, ada 72 Kepala Keluarga yang bergerak di sektor peternakan sapi. Mereka terhimpun dalam lima kelompok petani ternak. Bila di rata-rata populasi sapi di Desa Tolongio yaitu 2 ekor per KK. Menjadi spesial karena untuk sektor peternakan, perkembangannya diarahkan tak sekadar untuk pemenuhan pangan (susu dan daging-red) saja. Tapi juga pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi produk usaha (agribusiness product-red) yang mampu memberikan nilai tambah bagi peternak. Salah satu produk pengolahan limbah sapi yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi adalah pupuk cair organik. Kotoran sapi merupakan salah satu bahan potensial untuk pembuatan pupuk cair organik. Bahkan tren kebutuhan pasar akan pupuk organik akan terus meningkat karena produk organik memiliki berbagai manfaat b...

Penggelolaan lingkungan dan limbah peternakan

A.  Pengertian limbah Limbah merupakan bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan atau proses produksi baik skala rumah tangga, industri dan lain lain. Limbah juga biasa dikenal sebagai limbah B3 ( Bahan berbahaya dan beracun).  Sedangkan pengertian dari limbah peternakan merupakan semua atau seluruh kotoran/bahan sisa yang dihasilkan dari kegiatan usaha peternakan baik berupa padatan, cair maupun gas. B.  Teknik Pengganan limbah - Teknik pengumpulan - Teknik Pengangkutan - Teknik Pemisahan - Teknik Penyimpanan C.  Pengelolaan/ memanfaatan limbah a. Sebagai pakan dan media cacing tanah b. Pupuk organik ( Padat dan Cair) c. Di olah menjadi biogas d. Bahan bakar ( briket) Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan - bahan organik oleh mikroorganisme dalam kondisi anaerob ( tanpa udara) Energi biogas dapat dimanfaatkan secara optimal dengan cara terintegrasi dan penggunaan pada kegiatan-kegiatan yang produktif, sehingga peman...

Tata laksana pemeliharaan sapi perah dan kambing perah

Sapi perah merupakan sapi yang menghasilkan susu melebihi susu untuk kebutuhan anaknya dan berlangsung dalam jangka panjang. sapi perah penghasil susu yang maksimal adalah sapi perah jenis Friensien Holstein produksi susunya kurang lebih 4096 kg/laktasi dengan kadar lemak susu 3,8 A. Siklus Produksi sapi perah Masa bunting = 280 hari Masa kosong = 85 - 115 hari Masa laktasi = 10 bulan Masa kering = 2 bulan Tata laksana  pemeliharaan sapi betina dewasa 1. Pembersihan kandang dan sapi 2. Pemerahan 3. Pemeriksaan kesehatan 4. Pencatatan Faktor - faktor yang mempengaruhi pencapaian efesiensi produksi susu - Umur beranak pertama -

Siklus produksi sapi perah dan kambing perah

Sapi perah merupakan ternak penghasil susu yang sangat dominan dibandingkan dengan ternak lainnya. Sapi perah memiliki kontribusi yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan konsumsi susu bagi manusia, ternak penghasil susu paling umum di indonesia adalah sapi perah. Sapi yang umum dipelihara di indonesia adalah sapi perah jenis Frier Holland atau biasa di sebut Holstein yang memiliki kemampuan  kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan dan telah tersebar di seluruh belahan dunia baik di negara yang beriklim subtropis seperti negara asalnya atau pun negara yang beriklim tropis seperti Indonesia. SIKLUS REPRODUKSI Reproduksi pada hewan betina merupakan suatu proses yang komplek dan dapat terganggu pada berbagai stadium sebelum dan sesudah permulaan siklus reproduksi. Dengan makanan dan manajemen yang baik seekor sapi dara dapat dikawinkan pada umur 10 - 15 bulan.      Pada ternak betina pubertas mulai timbul pada umur sebagai berikut : Sapi, b...

Kebutuhan ternak

Kebutuhan ternak dibagi menjadi 2 yaitu kebutuhan hidup ternak dan kebutuhan produksi. Kebutuhan ternak bisa di lihat dari tipe ternak sebagai berikut : - Jantan atau betina - Ruminansia atau monogastrik - Bangsa - bangsa ternak - Ternak hias/bukan Selain tipe ternak kebutuhan ternak juga harus melihat dari kondisi fisiologis ternak : - Heifer atau cow - Pregnant => early or weaner - Lactating - Scukling calves or weaner A.  Estimasi kebutuhan ternak Kebutuhan ternak pada pakan harus di pantau setiap harinya secara rutin,  hal ini bertujuan agar ternak mendapatkan cukup pakan untuk mencapai potensi produksinya tanpa pemborosan B. Formulasi ransum Tahapan yang harus disiapkan antara lain : a. Kebutuhan ternak b. Bahan pakan tersedia c. Kandungan nutrien pakan d. Formulasi ransum Metode formulasi ransum ada dua cara yaitu Square method dan Trial and error method ( cara ini biasanya dilakukan di komputer untuk mempermudah cara memformulasikan pakan pada...

Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Potong

               Peternakan sapi potong yang berada di panjen laju kidul kecamatan singgahan, kabupaten tuban, jawa timur yang berjumlahkan 21 ekor sapi, pemilik peternakan sapi potong tersebut adalah bapak tamam. Dengan bermodalkan tenaga dan jerih payah dalam berternak sapi penggemukan.       Pembelian sapi biasanya dari pasar jatirogo, pasar kerek dan pasar sapi bojonegoro. Sapi yang baru datang ke kandang peternakan sapi harus diberikan perlakuan khusus untuk mengembalikan kondisi tubuhnya. Pasalnya sapi kelelahan dan stres akibat perjalanan panjang yang terjadi di pasar hewan. Oleh karena itu sapi diberi vitamin/obat cacing. Untuk pakan di peternakan milik pak taman di beri pakan daduk kedelai dan kosentrat. Setiap hari membutuhkan 175 kg pakan yang di bagi 21 ekor sapi,  disetiap pejantan sapi sekitar 6 kg/hari sedangkan anakan sapi 2 kg/hari. Jam makan sapi = Jam 08.00 pagi,  jam 15.00 sore dan jam 10.00 ...

Pengenalan Bahan PakanTernak

Pengenalan bahan pakan asal hijauan Bahan pakan peternakan bisa berupa hijauan, leguminosa, limbah pertanian limbah industri perkebunan,  asal butiran dan asal umbi-umbi-an. Hijauan yang berarti sumber serat yang di dalamnya berupa Rumput gajah, rumput raja, rumput karpet dll Sedangkan leguminosa tanaman hijai kaya akan protein seperti pohon, semak ( kacang sentro), dan perdu. Contoh = Indogevera, lamtoro dan lain lain. Limbah pertanian Contoh = Jerami padi, jerami jagung, jerami kacang,  jerami kedelai, pucuk tebu dan kulit singkong.  Sedangkan limbah industri perkebunan Contoh = limbah industri coklat,  limbah industri kelapa sawit, limbah industri gula, limbah pengelolaan nanas, limbah pengelolaan kopi, dan bungkil kelapa. Pengenalan bahan pakan asal butiran Meliputi = Padi,  jagung, pollard ( limbah dari penggilingan gandum menjadi terigu), sorgum,  biji kedelai,  bungkil kedelai,  ampas tahu,  ampas kecap,  k...

Sistem Pakan di Wahyu Utama Tuban Jawa timur

TUGAS KELOMPOK 1. Alfin Muallifa 2. Nasrullah A. Sistem pakan di wahyu utama Dalam sistem pakan menggunakan  SILASE KOMPLIT” sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pakan Ternak Hal ini dikarenakan sebagian besar pakan sapi mengandung serat yang tinggi, sehingga perlu teknologi pengolahan agar nilai kecernaannya maningkat. Salah satu pengolahan yang bisa dilakukan adalah dalam bentuk silase. Silase merupakan hijauan yang diawetkan dengan cara fermentasi dalam kondisi kadar air yang tinggi (40-80 persen). Komposisi silale komplit terdiri dari kangkug rendeng, Daduk kedelai, kopra ( berasal dari surabaya ), selamper, kulit jagung, bekatul, kulit kopi sawit, polar, kulit telo ( berasal dari pare )        B. Kebutuhan pakan/hari      Betina = 15 kg     Jantan = 15 kg     Anakan = 10 kg  C. Pembelian pakan ternak Wahyu utama memiliki lahan pakan, tetapi tidak mengutamakan makanan hijauan melainkan wahyu utama ...

Konsep Penerapan Biosecurity dan Pembibitan

Biosecurity = (Perlindungan hidup) Kegiatan untuk mencegah penyakit dan menularnya penyakit dalam suatu lingkungan tertentu. Penyebab hewan terserang penyakit Host ( ternak sendiri ) Agent ( Jamur, bakteri dan virus ) Environment ( lingkungan ) Prinsip Bioscurity Peternakan Mencegah penyakit masuk ke farm Mencegah penyakit menyebar ke farm Meningkatkan ketebalan ternak terhadap penyakit PEMBIBITAN Standar mutu bibit di bagi menjadi dua yaitu : 1. Standae umum : Sehat dan bebas cacat fisik, bebas dari cacat alat reproduksi, bibit jantan siap untuk pejantan ( tidak cacat kelaminnya ) 2. Standar khusus (kuantitatif dan kualitatif ) Manajemen Pemeliharaan Induk Laju reproduksi induk, laju pertumbuhan anak dan efesiensi pakan Mengukur laju reproduksi Rumus = RR = S ( 1 - M )/1 Rumus anak yang di sapih RR = S ( 1 - M )/ 1 Keterangan : S = Jumlah anak sekelahiran M = Tingkat mortalitas ( kematian ) 1 = Lambing Interval P = Jumlah populasi induk populasi Tugas K...

Kolokium Seminar proposal/Tugas akhir

Manajemen Pakan Sapi Potong Ongole (PO) di PT. Fortuna Megah Perkasa Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia, akan tetapi produksi daging yang belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, hal ini disebabkan populasi dan tingkat produktivias ternah masih rendah. Oleh karena itu upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong senantiasa di lakukan. Salah sarinya adalah penggalakan usaha penggemukan sapi dengan manajemen pakan yang baik. Di PT. Fortuna Megah Perkasa merupakan salah satu pengusahaan konstribusi 0.029% dari total produksi nasional pada tahin 2015. METODE 1. Studi literatur 2. Observasi 3. Koleksi data 4. Wawancara 5. Dokumentasi Variabel yang akan di amati dalam manajemen pakan : 1. Ketersediaan bahan baku 2. Kapasitas produksi pakan 3. Formulasi ransum 4. Teknologi pembuatan pakan 5. Produksi pakan 6. Produksi daging

MANAJEMEN PERKANDANGAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Nama Kelompok Rohman Sholikin Alfin Muallifa Nur Siti Sholikhah Sandela Apriliya Kartika Dalam trilogi perternakan di bagi menjadi 3 hal yang mendasar Breeding ( Pembibitan ), hal tersebut berdasarkan dari ilmu genetika F = G + E Freeding ( pakan ) Manajemen PEMELIHARAAN Exsentif : hewan ternak yang di lepaskan dan tidak memiliki kandang. Semi Intensif : hewan ternak yang mempunyai kandang tetapi dilepaskan di siang hari, malamnya di masukan kembali di dalam kandang Insentif : hewan ternak yang mempunyai kandang dan selalu didalam kandang, macam - macam kandang meliputi : individu ( head to head dan tail to tail ), koloni, dan komunal. TUJUAN KANDANG Membuat hewan ternak merasa nyaman Memudahkan tatalaksana pemeliharaan Lebih efesien Menghemat tempat untuk ternak Melindungi ternak dari faktor lingkungan yang merugikan ( predator, temperatur dan kelembapan ) Menghemat tempat untuk ternak MANAJEMEN KESEHEHATAN TERNAK Manajemen Kesehatan Ternak merupakan...

Pendugaan Umur Hewan Ternak Ruminansia

Umur ternak dalam pemeliharaan mempunyai peran yang penting, karena melalui umur.  peternak dapat mengetahui kapan ternak dapat dikawinkan maupun digemukkan. Cara yang paling tepat untuk mengetahui umur ternak ruminansiaadalah dengan cara sebagai berikut : 1. Recording ( Pencatatan ) pada hewan ternak         Recording ternak merupakan proses peewancatatan semua kegiatan dan kejadian yang dilakukan pada suatu usaha peternakan. Recording perlu dilakukan karena sangat mendukung upaya perbaikan dalam meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha peternakan, Variabel yang biasa dicatat dalam recording ternak adalah Indentitas Sapi,Kambing dan Domba ( umur, keturunan, dan kesehatan hewan ternak ). Hal utama yang paling membantu dalam penentuan umur yaitu dengan ketersediaan recording dari ternak itu sendiri. Misalnya tanggal lahir, dikawinkan, beranak pertama kali dan seterusnya. 2. Mengamati Gigi hewan ternak       Pada Umumnya cara ini s...

Mengenal Bangsa - Bangsa Domba dan Karakteristiknya

Nama Kelompok : 1. Alfin Muallifa 2. Septi Maya Riyanto 3. Muh Saratun Sara Husein 4. Nasrullah 1. Domba Garut   ( Domba Priangan ) Domba priangan atau domba garut ini berkembang di priangan ( Jawa Barat ),  terutama di daerah Bandung, Ciamis, Garut, Sumedang, dan Tasikmalaya. Namun saat ini sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya di Indonesia. Domba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga di pelihara domba aduan. Berikut adalah karakteristik Domba Garut : Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat dahi konveks. Berat domba jantan mencapai 60-80 kg dan Domba betina sekitar 30-40 kg. Bulunya cukup banyak. Domba garut betina tidak bertanduk, sedangkan domba jantan mempunyai tanduk besar, kokoh, kuat dan melingkar. 2 . Domba  Batur  Banjarnegara (Domas) Pada awalnya domba batur Banjarnegara berkembang di daerah Banjarnegara dan menjadi Ikon Banjarnegara, dan sejak tahun 2009 mulai berkembang di beberapa daerah Ja...